Program Studi

S1 – ILMU HUKUM

Outstanding Of Law

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai petunjuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Tinggi Hukum Pasundan, yang harus ditempuh oleh mahasiswa dalam rangka pencapaian gelar sarjana hukum.

STH Pasundan menyediakan kurikulum dengan jumlah SKS sekurang-kurangnya 144 dan sebanyak-banyaknya 160, yang dapat ditempuh dalam waktu 8 (delapan) semester. Kurikulum memungkinkan untuk ditempuh kurang dari delapan semester bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik lebih baik dengan memanfaatkan semester biasa dan semester alih tahun. Jenis matakuliah di dalam kurikulum terdiri atas Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional yang meliput kelompok: Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB), Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB), dan Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

Kurikulum Berbasis Kompetensi

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK/Competence-Based curriculum) itu memperhatikan perkembangan global/regional, pengguna lulusan (statkeholders), kebutuhan masyarakat, hard and soft  skill, dan metode pengajarannya adalah StudentCentered Learning (SCL). SCL adalah metode proses belajar-mengajar dengan peran sentral mahasiswa yang aktif, berinisiatif, bertanggung jawab, sehingga mahasiswa mempunyai kompetensi materi ajar/kuliah dalam pengajaran/perkuliahan tersebut. Model pembelajaran SCL paling tidak mencakup 3 (tiga) aspek, yaitu : materi/isi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sikap mental dan perilaku/etika, nilai-nilai luhur/mulia yang tertanam dalam jiwa mahasiswa.

Ruang Lingkup

Hukum Perdata

Hukum Pidana

Hukum Tata Negara

Prospek Kerja Sarjana Hukum

Lulus kuliah dengan gelar S.H. alias sarjana hukum tentu membanggakan. Mahasiswa Fakultas Hukum harus mengenal dekat ribuan pasal dan sejarah terbentuknya aturan hukum di Indonesia, jadi wajar saja kalau setelah lulus ada rasa bangga dan lega.

Sarjana hukum biasanya diasosiasikan dengan pengadilan, rangkaian sidang, atau kasus-kasus kriminal. Padahal, sebenarnya masih banyak profesi lain yang bisa ditekuni kamu para sarjana hukum. Tidak menutup kemungkinan juga kalau kamu bahkan ingin menjadi pebisnis.

Supaya kamu yang sedang kuliah atau yang baru lulus dan sedang mencari kerja tidak merasa mentok, simak beberapa pekerjaan ini. Tentunya masih sangat cocok untuk digeluti oleh sarjana hukum.

  • Staf Legal
  • Staf Kementrian
  • Notaris
  • Staff HRD

Mari berbagung bersama kami, menjadi Generasi Hebat untuk INDONESIA